Introspeksi Seorang Megalomania 2

September 24th, 2008 by reidge

Aku lari ke dalam kata

Ketika hilang sang primavista

Jagad membalik di dalam mata

Menuang segala suatu yang nyata

Menantang dunia, Sang Aku

Merupa membadai segala laku

Hingga kalbu ini beku

Segala tekad kan kupaku

Bangkit Naga di ujung senja

Meredam mesi meremuk baja

Sang Aku menantang Taksaka

Berderap maju selaksa pataka

Buas melawan sejuta luka

Berdiri Aku menghunus pusaka

Hingga muncullah Sang Atma

Retrospeksi Seorang Megalomania

September 24th, 2008 by reidge

Petaka langit menista dunia

Merajah mimpi dan terbukalah semesta

Mengalir sukma mengalir raga

Tombak asa musnahlah angkasa

Semesta raya meregang nyawa

D

a

n

s

e

g

e

n

a

p

j

a

g

a

t

r

a

y

a

s

e

g

e

r

a

m

e

n

i

t

i

s

d

i

d

a

l

a

m

AKU

Balada Waktu dan Ruang

August 31st, 2008 by reidge

Kita berputar cepat
menuju kehancuran
Percepatan eksponensial
memutar bumi selaksa keliling
menuju daratan sejuta puing

Kedataran menjadi ruang
mengubah waktu menjadi uang
Ribuan jiwa terbuang
lautan nyawa tertuang

Kita berputar cepat
menuju kehancuran

Cacing-cacing kremi

May 13th, 2008 by reidge

Muak. Muak. Para cacing itu hanya bisa menempel dan membuat gatal. Pemikiran dangkal. Parasit. Mengganggu. Tidak menggunakan otak dan kemampuannya. Terjebak dengan dunia yang sempit. Sempit dan sangat dangkal. Lowlifes. Merasa diri yang terhebat dengan sudut pandang yang hanya sejengkal. Argumen sampah. Kosakata rendahan. Ancaman kosong. LEMAH!!!!

Puisi Jam 3 Pagi

May 11th, 2008 by reidge

Mata ini enggan terpejam
Sunyi menelan kegelapan
Dan tangan tak berhenti menari
Goresan-goresan liar di atas kertas

Reidge Valgran : A History

April 13th, 2008 by reidge

Reidge Valgran adalah identity yang saya bangun sejak SMP. Berawal dari Reidge yang muncul dari pelafalan R dan H (inisial Rinaldo Hartanto) dalam bahasa Inggris dan Valgran yang merupakan kata acak yang saya pilih karena terdengar gagah dan akhirnya memiliki arti Farwalker/Pejalan jauh. Blog ini adalah Blog super egosentris yang saya tulis sebagai introspeksi dan napak tilas menjelang semakin bertambah tuanya saya dalam beberapa jam lagi. Sebuah resolusi masa depan dengan melihat sejenak ke masa lalu. Reidge Valgran sebagai suatu entitas yang mewakili diri saya, bagaikan sebuah program yang diupdate terus menerus menjadi lebih baik lagi!!

Inilah dia, Reidge Valgran, sepenuhnya dan seutuhnya!!! Silakan menikmati dan tinggalkan komentar bila Anda berkenan!!

Reidge Valgran ver 0.0: Tahap awal seorang Reidge Valgran. Tahap yang paling dasar dan mentah. Tahap ini adalah tahap di mana seseorang bisa menjadi sangat egois, egosentris, cengeng, emosional, dan menyebalkan. Seorang anak dengan pemikiran yang masih sangat sempit dan tidak matang. Sekaligus seorang anak yang patuh orang tua dan tidak pemberontak. Seorang anak yang masih butuh banyak perhatian dan pembelajaran. Tahap ini juga cukup religius dan spiritual. Tahap yang taat sekaligus tekun. Tahap ini juga sudah mulai memiliki proses kreatif meskipun sangat terbatas. Proses kognitif lebih dominan secara signifikan.

Reidge Valgran ver 1.0: Tahap kedua di mana seorang Reidge Valgran mulai mengenal apa itu cinta. Tahap remaja yang penuh ketidakpastian dan rasa penasaran. Tahap yang boleh dibilang penuh kekonyolan akibat ketidaktahuan. Tahap di mana ia mulai peka terhadap sesama dan membuat konsep yang paling dasar dalam proses kreatifnya. Tahap di mana ia mulai mengenal dunia game dan seluk beluknya.

Reidge Valgran ver 1.5: Pengembangan ver 1.0 dengan tingkat spiritualitas dan religiusitas yang tinggi. Terbaik hingga saat ini. Tahap ini juga mulai merasa nyaman dengan komunitasnya yang akrab dan indah. Tahap di mana kemampuan kognitif berkembang bersama afektif meskipun kemampuan sosialnya masih kurang peka. Tahap ini juga mulai memiliki keberanian berinteraksi dengan subjek yang ditaksirnya. Meskipun tahap ini memiliki tingkat religiusitas yang sangat tinggi, tahap ini juga mulai mengenal sexual sin secara ironis. Sebuah dosa yang dikenal secara otodidak karena perkembangan libido dan original sins.

Reidge Valgran ver 2.0: Salah satu tahap yang paling berpengaruh besar. Tahap di mana subjek mulai hidup mandiri. Tahap ketika Reidge Valgran mengenal kepedulian terhadap sesama. Tahap di mana sense dan feel meningkat sehingga ia menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Di tahap ini pula proses kreatifnya meningkat bersama dengan jiwa yang kritis dan rebel. Kemampuan berpikir sistematis dan ilmiah berkembang bersama dorongan bermain dan proses kreatif. Ide-ide gila dan berbagai eksperimen terus berkembang. Bila ver 1.0 dan 1.5 membentuk religiusitas, ver 2.0 inilah yang membentuk dan menempa Reidge Valgran menjadi figur yang lebih dewasa dan sensitif. Man for Others. Competence, Conscience, dan Compassion. Tahap yang lebih universal dan dewasa daripada sebelumnya. Tahap ini pula di mana ia mengenal putih-hitam-abu dunia pertama kalinya setelah sekian lama berdiam di sarang. Sebagai gantinya, tahap religiusitas menurun akibat komunitas yang kurang mendukung.

Reidge Valgran ver 2.5: Merupakan pengembangan lebih lanjut dari 2.0. Tahap ini tak memiliki banyak perbedaan dari tahap sebelumnya. Tahap ini memiliki visi yang lebih jelas tentang masa depan dan skill mulai diasah lebih intens. Tahap ini juga memiliki keberanian untuk mengungkapkan cinta secara langsung pada subjek yang disukai, meskipun berakhir dengan kegagalan total akibat observasi dan pendekatan yang sangat-sangat kurang. Tahap ini juga mengalami penurunan kognitif dan religiusitas akibat kejenuhan.

Reidge Valgran ver 3.0: Merupakan tahap yang juga berpengaruh besar terhadap total sejarah Reidge Valgran. Tahap di mana ia mengenal sebuah komunitas yang sangat kuat dengan segala putih-hitam-abunya. Tahap di mana ia mulai berkenalan dengan pola hidup yang lebih iregular dan random. Pola hidup yang dinamis dan lebih berat. Persaingan dengan entitas-entitas lain dengan kemampuan yang jauh lebih hebat. Tahap ini pula yang menunjukkan sebuah dedikasi untuk pertama kalinya, sebuah totalitas. Romantisme memikat Reidge Valgran. Sebuah kaderisasi panjang yang juga membentuk dirinya. Otak kanan yang mulai berkembang lebih jauh beriringan dengan otak kiri. Limas citra manusia. Dorongan bermain. Proses kreatif. Spiritualitas dan religiusitas makin menurun dengan tajam. Tahap ini juga menjadi di mana sebuah entitas lebih banyak mendengarkan dan menasehati. Jauh lebih mengenal karakter orang.

Reidge Valgran ver 3.5: Tahap di mana Reidge Valgran mengenal kompleksnya cinta. Dari cinta yang datang tiga kali berturut-turut diselingi hati yang patah berulang kali. Tahap di mana ia menemukan cinta yang muncul akibat keindahan sejati seorang wanita. Tahap di mana ia juga melakukan pendekatan yang intens dan bahkan berkarya demi sang wanita. Tahap di mana ia lebih berhati-hati namun masih terburu-buru sehingga berujung pada kegagalan lagi. Kecemburuan lemah juga muncul meskipun sangat minor dan tak mampu berkembang. Dedikasi juga terus berlanjut di sini dengan sangat intens diiringi cara pikir dan proses kreatif yang terus berkembang. Konsepsi megalomania, Starclimber muncul. Suatu entitas yang dengan kemampuan tinggi dapat meraih bintang-bintang yang ia kehendaki.  Melankolisme berkembang dengan sangat pesat ketika ia gagal mencapai entitas idamannya.

Reidge Valgran ver 3.9: Tahap dedikasi tertinggi sampai saat ini. Tahap di mana ia juga terpikat dengan wanita lain yang sangat hidup dan ceria. Wanita dengan semangat hidup yang tinggi. Sanguinis ceritanya. Tahap pendekatan kembali dilakukan atas nama kerja angkatan yang berujung pada patahnya hati lagi. Kehancuran nyaris total juga terjadi ketika visi yang ditetapkannya hancur bersama dengan kebanggaan yang dibangun selama ini. Kedua bintang, baik Bintang Pagi maupun Bintang Senja yang didambakannya terlepas semua. Proses di mana Reidge Valgran harus menetapkan pilihan yang berat dalam hidupnya. Pilihan yang mengubah hidupnya sekali lagi. Di tengah kehancuran ini, masih ada Bintang Merah yang bersinar dalam dadanya. Dan lebih hakiki dari Bintang Merah, ia kembali berdialog sedikit dengan Pencipta. Melankolisme tertuang dengan deras melalui kata dan gambar.

Reidge Valgran ver 4.0: Setelah lepas dari kehancuran, Reidge Valgran mulai menata ulang sistemnya yang kacau. Ia menyesuaikan dan beradaptasi dengan kondisi yang baru. Skill dan pemikirannya terus berkembang jauh. Tahap di mana ia melihat entitas lainnya begitu tidak dewasa. Mungkin baru setaraf dengan dirinya ketika mencapai ver 0.0 atau 1.0. Ia terus belajar dan beradaptasi. Ia masih berdedikasi meskipun tak setotal yang dulu ia lakukan. Entitas ini juga belajar memasuki komunitas baru sebagai orang asing. Ia juga melihat berbagai paham seperti kapitalisme dan post-modernisme. Sebagai insan desain ia berkembang lebih jauh. Sebagai pribadi religius, ia sangat tersesat. Ia juga berhasil membenahi hubungan dengan salah satu wanita yang pernah disukainya menjadi seorang sahabat. Tahap di mana ia rela melepaskan dan mendapatkan kepuasan dan melangkah maju dengan optimis. Ia agak jenuh dengan melankolisme dan mengasihani diri sendiri. Ia menuangkan segalanya melalui karya.

Reidge Valgran ver 5.0: Tahap yang masih dalam konsepsi. Tahap ini segera dimulai beberapa jam lagi terhitung ditulisnya blog ini. Sebuah tahap yang lebih baik. Tahap di mana akhirnya ia akan menemukan entitas pasangannya. Missing piece. The other half. Tahap di mana ia harus lebih mengatur perekonomian. Tahap di mana ia harus mengencangkan ikat pinggang. Melatih fisik, mental, spiritual, intelektual, dan kreativitas. Tahap di mana ia harus lebih dewasa lagi. Lebih cerdas dan tanggap dalam mengatasi masalah. Tahap di mana ia harus lebih tekun dalam mengeksekusi program-program yang telah ditetapkan. Tahap di mana ia harus membangkitkan kembali spiritualitasnya dan membunuh sisi gelap dirinya. Suatu tahap yang jauh lebih baik dan dewasa. Karya-karya yang jauh lebih konseptual dan menarik secara visual. Mungkin konsepsi ini akan berubah terus seiring berjalannya waktu. Tinggal kini Reidge Valgran berdiri untuk membuktikan eksistensinya.

Memento vivere, memento mori!!

Muse II

April 4th, 2008 by reidge

Para manusia itu
Berkaki tak bermata
Bertangan tanpa kepala
Bersuara tak berbicara

Kyrie eleison

Muse

April 4th, 2008 by reidge

Aku melongok ke bawah
Terlihat manusia-manusia dalam lubang
Mereka yang rapuh jiwanya
Mereka yang lemah hatinya

Aku tertawa
Aku menangis

Aku menengadah
Terlihat manusia-manusia tinggi
Mereka yang kuat imannya
Mereka yang murni jiwanya
Mereka yang cemerlang rohnya

Aku menangis

*cengeng, siah Nal!!!

MTV = Hiphop TV dan hal-hal lain

March 28th, 2008 by reidge

    Belakangan ini saya makin malas nonton TV. Mau TV lokal, adanya juga sinetron sama mamamia dan kroni-kroninya. Tayangan-tayangan yang komersial dan sekedar kejar tayang dan rating yang sistem rating sendiri sangat perlu dipertanyakan kevalidannya. TV lokal yang ‘bener’ tinggal Trans TV, Trans 7, dan Metro TV. Mau nonton TV luar, Animal Planet, Discovery Channel, sama Animax ga ketangkep. Hallmark, Star Movies? Jangan tanya. Sama saja nasibnya dengan Animal Planet. Yang tersisa tinggal MTV dan V Channel yang sekarang menjadi channel-channel khusus hiphop. Begitu saya mengganti channel ke dua stasiun ini, yang tampak adalah para hiphopper dengan bling-bling ditemani pantat-pantat yang melenggok. Terdengar pula suara jukebox yang sudah sangat pasaran sekarang ini.
    Bukannya saya benci hiphop, apalagi rasis. Tidak, saya sangat respek pada negroid seperti halnya saya respek pada kaukasoid, mongoloid, dan semua ras lain. Yang menjadi masalah adalah ketika (hampir) semua lagu di dua stasiun TV musik adalah hiphop. Ke mana perginya rock? Classic? Bahkan Metal? Ugh, makin malas saja saya nonton TV. Ditambah lagi dalam hiphop sendiri kurang ada variasi musik dan lirik. Semuanya memakai gaya, lirik, koreografi, warna musik yang mirip-mirip. Saya hampir sulit membedakan artis satu dengan lainnya (ini mah mungkin sayanya saja yang kurang sensitif ^^;).
    Omong-omong soal pasaran dan mainstream, saya jadi teringat pada desain yang mainstream. Yup, vektor. Sekarang hampir semua desainer (grafis khususnya) pakai vektor. Tracing foto dengan sulur2 art nouveau gadungan. Bah. Banyak sekali desain macam itu. Habis idekah desainer grafis Indonesia? Seperti halnya hiphop, vector art, dan sinetron, sesuatu yang mainstream dan terlalu sering diekspos menjadi garing dan menjenuhkan. Sekali lagi mainstream tak masalah, namun ketika ia mendominasi hampir semuanya, jenuhlah jadinya.
    Yang namanya pasar semakin menarik bila dagangannya variatif (Kitab Rinaldo 33:4 XD). Mau bukti? Bayangkan kita ke supermarket ato pasar tradisional dengan barang dagangan terong semua tanpa ada dagangan lain. Malas juga kan? Kita jadi seperti kekurangan pilihan. Lihat saja pasar (baik tradisional maupun supermarket) saat ini. Betapa menariknya warna-warni sayur-sayuran dan buah-buahan mangga pepaya pisang jambu yang dibawa pamanku dari desa dst XD……….Garing ah
    Solusinya? Para insan desain, broadcasting, perfilman harus berani membuat produk (entah desain, tayangan, film) yang menjadi trendsetter, bukan sekedar mengikuti dan menyuapi klien dan audience. Idealisme!! Para insan desain, broadcasting, dan perfilman harus punya idealisme!Think out of box!!! Ide-ide liar dan kreatif harus dibidani (dan diseleksi tentunya). Harus berani keluar dari zona nyaman dan mengeksplor berbagai media dan kemungkinan baru. Kalau mau dilanjutkan pemikiran ini akan mengacu pada pembodohan bangsa, nilai edukasi, idealisme, dan lain-lain. Bentrokan antara kepulan asap dapur dan idealisme manusia.
    Ahahha, makin ngaco dan sotoy saja blog ini. Ya sudahlah. Mari kita bikin tu-gas la-gi T_T.

Psychogibberish II

March 13th, 2008 by reidge

Si langit murka pada sang bumi
Sang raja menahan kantuk
Sang ratu menyulam senja
Sang pangeran meredam badai
Sang putri merebah hujan

Langit mati api mati
Air nyala tubuh nyala

Tujuh pendekar dari gunung utara
Tujuh ksatria dari hutan timur
Tujuh penyihir dari gurun barat
Tujuh pemanah dari danau selatan

Naga api di puncak bukit
Membara nafasnya
Menyala matanya

Si anak kucing yang baru lahir
Mungil cakarnya
Elok matanya

Bunga lili di pagi hari
Embun perak
Cahaya emas

*dibuat pada suatu tengah malam di jaman UTS di mana mata mengantuk dan tubuh merana setelah seharian ujian dan mengerjakan tugas. njis mun kieu hungkul ngarah gancang paehna!!!