Archive for September, 2007

soundtrack of them

Sunday, September 23rd, 2007

belakangan ini saya banyak mendengarkan musik. dari britpop, j-pop, progressive rock, soundtrack game, choir, new age, instrumental, pop, rock, oldies, ethnic, gamelan, hingga campursari(serius!!). saya jadi kembali teringat. (hampir) setiap wanita yang pernah saya sukai punya ’soundtrack’ sendiri di hati saya (huhuyyyy). and there they are
1. RA: Yellow (Coldplay), Kasih Tak Sampai (Padi)
2. JC: Pejantan Tangguh, Pemuja Rahasia, Pilihlah Aku (Sheila on 7)
3. AC: She’s The One, Tripping (Robbie Williams), You’re Beautiful (James Blunt)<–abis ditolak hehehe
4. KP: cuma dia yg ga punya soundtrack. mungkin karena sekedar ngeceng
5. RG: Yellow (lagi), 9 Days Wonder, Akikaze no Uta, Faerie Punks (Akeboshi)<–sehabis ditolak lagi. haha
6. AKTP: Creep(Radiohead)

sehabis kasus keenam, soundtrack saya sendiri adalah No Surprises dan Let Down (Radiohead juga)
pada masa2 vakum (peralihan kasus 3-4) soundtracknya adalah Yellow (lagi), X&Y (Coldplay juga) n She’s The One. berharap menemukan cinta baru. huahahahaha

lalu, apakah soundtrack untuk yang ke-7 nanti? semoga bila saat yang ke-7 benar2 datang nanti, kasus 1-6 tak terulang lagi. i hope so. i pray so.

setahun perbudakan pasar seni

Monday, September 10th, 2007

setahun pasar seni……

setahun lalu, 9 September, selesai latihan perform jam 11an. pulang dulu ke kos trus ke tempat Bonggal n brangkat bareng. tak lupa sudah isi hape dengan mp3 terbaru waktu itu dari  Aril, komputernya Bonggal. lagu yg saya ingat adalah Soldier’s Poemnya Muse n Grey Sky Morningnya Vertical Horizon. sampai di sr jam 1an. diomelin ma Sally terus tidur bareng2 di ruang seminar yang hangat.

10 September, jam 5 pagi dibangunin entah siapa. buka hp n sms Papa yang ulang tahun di hari itu. terus ke bawah, deket studio patung. melumuri badan dengan tanah liat. dingin dan lengket. yeuhhh. jam 7-8an siap2. abis itu ditungguin si Asraf dengan tampang sangar.
"Udah dapet kaos belum?" "Belum, Kak," kata saya. "Nih" dan itulah saat
kami mendapat kaos perbudakan pasar seni yang rakanya cuma dikit
nyempil di bwah n menutup mata. hasil perjuangan gawe 2 minggu.
hahahaha. tapi sangat memorable, euy.

waktu lari2 di deket studio keramik kaki nyerempet tembok berbatu yang kasar. alhasil berdarahlah kelingking saya. waktu itu keliatannya kayak daging yang terkelupas. dan meneteslah darah di seni rupa demi pasar seni. huahahahahaha. om tisna langsung panik dan nolongin saya. saya dibawa dalam keadaan telanjang dada dan berlumur tanah liat ke ruang TU sr. dibikinin air gula, diobatin, n dikasih tensoplast. "Kamu kurang tidur, jadi nggak konsentrasi," kata Pak Tisna. "Pasti sembuh, insya Allah sembuh," katanya.

but the show must go on!! dengan setengah pincang, saya kembali ke depan ruang TA kria tekstil untuk melanjutkan makeup stage 2: cat emas ga penting. bwakakakakaka. dan setelah selesai makeup, para performer jalan ke panggung utama di Ganeca dengan mengusung propertinya Jeje yang segede gaban itu. pake acara nyangkut di deket pos satpam altim. sampailah di Ganeca. jreng. nungguin di backstage bareng anak2 lain. mendengar ceramah bla2 dari rektor, mentri pariwisata (klo ga salah, ceunah), dekan, n Miink. satu hal yang teringat dari Miink waktu penyambutan. "Maaf, saya grogi." hahahahahaha

dan perform dibuka. jreng. dengan semangat kami perform, ngusung/merangkai properti, naekin Bea ke atas properti, menjadi ‘akar’, meracau dengan bambu dan pita merah ga jelas, dan selesailah perform. hohohoh. setelah foto2 ga penting bersama pengunjung dan teman2 arak2an jalan ke dalem itb lagi. sekali lagi ngangkat properti ga jelas segede gaban itu. kali ini dari cc ke lapangan segitiga depan planologi. wew. "Yak, perform selesai. Selamat!!" kata Fajar. dan semua anak perform langsung menyerbu ‘kondom naga’ plastik ikan bagian properti itu. chaosssss!!! waktu itu ketemu Tessol di keamanan yang kebetulan lewat deket plano. "Ya ampun, itu badan lemak semua!!" kata Tesol. yeah, waktu itu saya sedang gendut2nya, dengan berat puncak sekitar 89 kilo!!!

bubar perform langsung ke mushola bundar untuk mandi n bilas. sementara nunggu yang mandi di plano, saya dan teman2 bilas kecil2an di ledeng yang lumayan deras. akhirnya bisa mandi juga dan waktu itu saya mandi di plano bareng Windy (beda bilik tentunya) dan saya minta sabun cairnya. waktu itu belum ketauan garing2nya Windy sih, n kami belum begitu kenal. habis mandi ngumpul di mushola bundar. ndengerin lagu Coldplay pake headset n sempet dipinjem ma Arad. kami menyanyikan X & Y, Shiver, dll. terus saya nitip terima kasih buat Pak Tisna ke Jiko, soalnya takut ga sempet ketemu lagi. abis itu pada pake baju pasar seni TPB itu n Bonggal komplain soal ukurannya yang all size n kedodoran di dia. di saya sih pas2 aja.

terus sesuai jadwal, harusnya kami langsung bantuin keamanan di lapangan sipil. tapi pada pengen muter2 dulu. jadilah kami  anak perform muter2 di pasar seni walopun ga masuk wahana2. sempet ketemu anak2 06 lain yang pada jadi LO. terus muter2 n akhirnya jalan ke lapangan sipil bantuin keamanan. di sana nongkrong ga jelas seharian. sempat disms Zhaza sama Laras, anak2 Vilmer Bandung. tapi akhirnya ga ketemu semua. keliling patroli n ngebantuin orang yang salah jalan. tambah sore pasar seni tambah rame. saya menghadang di jalur masuk bagian altim, membantu jalur keluar-masuk stand2. wew. capek dan bosan.

malem2 beredarlah tablay, tabloid aduhay. si Angga yang jualan. saya tertarik dan beli satu. dan di situlah saya kenal garingannya Jiwa. huahahahahahahaha. saya baca sambil ketawa2 kek orang gila. abis selesai jaga stand (sambil membawa tablay) saya jalan ke deket gerbang itb (pusat informasi). disuruh asraf ngejualin tablay2. klo ga abis ga boleh pulang ceunah. dan sambil diselingi beli kaos pasar seni yang raka terbang (dilayani oleh Ponti) akhirnya saya berhasil menjual 19 eksemplar tablay malam itu. macem2 ajalah pembelinya, ada yang nolak, ada yang bilang udah, sampe saya sempat muter di depan panggung utama ngejual tablay diiringi kembar Srikandi. hahahah. kata Priska, "Multi level Marketing." hohoho. saya salesman of the day. yang laen rata2 cuma bisa menjual 8-9 eksemplar. wajah saya menjual kali ya?? dan akhirnya udah sepi n bubaran. saya pun pulang tanpa bantu beres2. huahahaha. soalnya besoknya Pengling jam 7 pagi!!!

wew. pasar seni sudah beres, setahun sudah berlalu. banyak hal yang dialami. banyak kenangan dan banyak nilai. banyak teman dan banyak pengalaman yang didapat. one of many memorable pieces in my life.

meski sudah berlalu dan saya sudah tidak kuliah di sr, pasar seni akan selalu ada di hati (beserta kaos perbudakan dan kaos raka terbang dan gantungan kunci pasar seni yang dibeli beberapa bulan sesudahnya)

Luv u SR!!!

hidup KMSR!!! (walo udah beku, ceunah)

pasar seni selanjutnya apa kabar??

saya mau jadi koord perform kalo bisa