Archive for November, 2007

Valgran

Monday, November 26th, 2007

Valgran adalah nama yang saya ciptakan waktu SMP, untuk mengiringi  nama Reidge yang menjadi ‘alter ego’ saya. Nama ini pada awalnya tak punya arti, hanya dibikin untuk kepentingan estetis. Seiring berjalannya waktu, saya tertarik untuk memberi arti pada nama ini. Akhirnya saya memutuskan untuk memberi arti Pejalan Jauh (Farwalker). Dasarnya adalah karena saya orang yang suka jalan. Saya dapat berjalan 1-2 km tanpa mengeluh kelelahan. Saya terbiasa berangkat sekolah dan kuliah dengan berjalan kaki (meski sekarang digantikan motor dan bis karena alasan jarak dan waktu). Selain itu, nama ini juga sesuai dengan saya yang sudah mencoba tinggal dan belajar di 4 kota (Muntilan-Jogja-Bandung-Karawaci)

Secara kebetulan, kata Valgran mirip dengan kata Vagrant, yang dalam bahasa Inggris berarti pengembara yang tak punya rumah. Walaupun tak sama persis, kedua kata ini memiliki kesamaan sifat sebagai orang yang berjalan jauh.

Dan pagi ini kata tersebut benar-benar menjadi kenyataan. Jadi ceritanya saya bangun kesiangan, jam 08.00. Padahal jam segitu UAS Sejarah dan Apresiasi Desain harus sudah dikumpul (meski saya tahu mungkin ada interval penerimaan sekitar 1-2 jam). Tapi karena tugas itu belum dijilid, agak paniklah saya. Saya pun langsung menelepon teman-teman yang ternyata juga baru menjilid tugas mereka. Nah, saya pun segera bersiap-siap berangkat.

Masalahnya, bis di Karawaci cuma lewat sekali. Dan setelah lewat di depan kos saya pun masih muter dikit sebelum berangkat ke arah UPH. Nah, waktu saya keluar kos, jamnya bener-bener nanggung. Males kalo cuma nunggu bengong. Mau ngojek pun malas karena duit saya gedean (Rp 50.000,00). Makanya saya jalan dulu dengan asumsi di setengah jalan ke UPH saya akan disusul bis itu.

Lalu dengan gagahnya saya jalan kaki sekalian olahraga. Dan setelah berjalan kira-kira 30 menit, si bis baru berhasil nyusul saya (karena dia muter dulu dan saya langsung jalan ke arah UPH). Itupun saya sudah mencapai kira-kira 3/4 jalan ke UPH. Dan sodara-sodara, ketika bisnya saya hentikan…… JRENG!!! Dia ga ngeliat saya dan melaju terus meluncur ke masa depan tanpa dosa noda dan cela.

YAH!!! Terpaksa jalan menghabiskan 1/4 jarak ke kampus. Dan akhirnya sodara-
sodara!!! Saya menghabiskan 40 menit dalam hidup saya untuk jalan ke UPH dari kos pagi ini dengan menempuh jarak sepanjang kira-kira 3-4 kilometer dengan keadaan berkeringat dan belum menjilid tugas!!!

Untunglah ketika saya sampai, penerimaan tugas belum ditutup. Huff…. kapok deh jadi Valgran kalo harus berurusan dengan deadline kayak gini lagi T_T

Setahun Wisudaan I

Sunday, November 11th, 2007

Hei, SR 06!!!

Ingatkah kalian???

Hari ini setahun Wisudaan Pertama kita yang temanya Mesir (Alias Artefak juga).

Masih ingatkah kalian konfliknya? Ketika Pak Oco mengancam kita dengan berbagai ancaman dan akhirnya kita tetap nekat jalan dan akhirnya ancaman tersebut menjadi bahan tertawaan pada hari Senin setelah wisuda serta Windy yang menjadi salah satu koordinator perform tetapi malah tepar tak lupa motor Rio yang hilang ikut menambah tumbal Wisuda kita. Tak heran Wisuda kita menjadi salah satu Wisuda termahal. :D

Masih ingatkah kalian Ketuanya? Sufty yang sering saya marahin karena sering ga nyambung dengan cerita yang saya susun bersama anak-anak acara dan Kukuh yang saat itu juga jadi Ketua Angkatan menggantikan Zico.

Masih ingatkah kalian presentasinya? Dengan berbagai storyboard yang ditolak terus dari tema T*mpe*g R*b*t dan Desi yang jatuh ke selokan Plano waktu mau presentasi dan hari-hari di mana hari Kamis menjadi momok karena setelah sore lelah berolahraga malamnya masih harus presentasi.

Masih ingatkah kalian kostumnya? Kreasi Vie Taylor si Ratu Ular dengan baju Rok Anubis yang dikibar-kibarkan Jodi pada h-1 di depan swasta ("Wawawawawawawa"), Topi Anubis bikinan Sandy yang dipuji para Wali kita (05) dan menjadi rebutan, mumi yang dibelit-belit dan ditabur tumbukan bata, para patung yang dibilang kayak dewi Yunani-Romawi, kostum penyihir hitam yang super gelap dan mistis, serta kostum penyihir putih yang diberi aksen emas seperti para patung.

Masih ingatkah kalian suvenirnya? Kotak sarkofagus berisi mumi kreasi Paul yang bila penutupnya ditarik bisa memunculkan mumi yang mencuat keluar karena dipasang per dan penanda Wisudawan berupa kalung ankh yang menjadi trend mode TPB setelah dimulai diproduksi.

Masih ingatkah kalian danusnya? Yang dikoordinatori oleh Secara dan tampaknya hari ini masih belum beres (hohohohohohohoho) dan sering dilakukan di Paskal di malam hari dengan menggambar orang yang menjadi trend hingga danus sekarang.

Masih ingatkah kalian propertinya? Dua buah piramid mini bercat bibit dengan hanya satu yang dipakai karena yang satu belum selesai, serta kardus-kardus yang dicat menjadi tembok piramid dengan Coro sebagai koordinatornya yang sering marah-marah.

Masih ingatkah kalian musiknya? Yang menjadi top hit di TPB selama beberapa minggu dengan dung-tek-tek-dung-tek dan dung-tek-tek-dung-dung-tek bunyi-bunyian tong dengan Tino yang menjadi koordinator awal namun digantikan Bintang karena kecelakaan.

Masih ingatkah kalian acaranya? Ketika Penyihir Jahat mengutus anak buahnya untuk mengambil artefak sihir, mumi-mumi bangkit dalam kekacauan, dan datanglah Penyihir baik penjaga makam yang memanggil Pasukan Anubis untuk mengalahkan Penyihir Jahat hingga tongkat berhasil direbut kembali dan DAR!!!!! Badai warna dan air diiringi lolongan kemenangan Pasukan Anubis menggema.

Masih banyak lagi kenangan yang masih bisa diingat. Indah dan konyol bila kita mengenangnya.

Ingatlah kembali saat-saat menyenangkan itu. Jangan sampai SR ‘O6 pecah setelah inisiasi. Harusnya kita makin kuat dan dewasa. Pasar Seni menanti kita Saudara-Saudara!!!

Hidup KMSR!!!!!

f(x)=min

Sunday, November 11th, 2007

Ok, saatnya kembali nostalgia ke jaman SMA di kelas IPA. Dalam sebuah fungsi matematis, sering dijumpai nilai fungsi maksimum dan minimum, yaitu di mana bila suatu variabel x dimasukkan ke dalam fungsi tersebut, hasilnya akan mencapai suatu nilai maksimum yang bisa dicapai fungsi tersebut atau sebaliknya, nilai minimum. Dalam fungsi sinus (dan cosinus kalo tidak salah) fungsi ini berfluktuasi secara konstan, yaitu naik-turun pada frekuensi yang stabil. Ada kalanya grafik mencapai puncak, ada kalanya mencapai bawah.

Dulu saya sering menganggap fungsi matematis sebagai analogi kehidupan seseorang, di mana kehidupan seseorang itu tidak linear, ada naik dan turunnya. Variabel x tersebut adalah waktu kehidupan seseorang, misalnya usia 1 tahun, 2 tahun dan seterusnya. Fungsi tersebut juga terus maju, bukan seperti roda kehidupan yang berputar seperti dikatakan banyak orang. Dan sekarang saya merasa saya sedang mencapai fungsi minimum.

Sejak hari Jumat kemarin saya benar-benar merasa loser lagi. Dari tak bisa bangun pagi kuliah, malas mengerjakan tugas, dan sampai hari ini makin parah. Tadi malam mencoba berkarya di deviantArt tapi hasilnya juga tidak memuaskan. Hari ini kondisi moral dan spirit sedang turun, benar-benar berada di bawah. Merasa bete dan jauh dari TUHAN. Ingin ke gereja tapi malas. Akhirnya tidak ngapa-apain  seharian. Sendirian di kamar, hanya browsing seperti orang anti-sosial yang tak punya teman dan hanya ditemani komputernya. Badanpun jadi kurang fit akibat kurang gerak dan olahraga. I’m wasting time!!!

Oh GOD, forgive me. I’m sickened by myself. I’m tired to beg for forgiveness but I’m keep doing sins. Ugh, I’m sick!!!! I’m sickening!!!

Someone, please help me rise my spirit again……. WOGGGHHHHHH!!! GOTTA FIGHT!!! LOTTA THINGS TO DO!!!!!