Psychogibberish II

Si langit murka pada sang bumi
Sang raja menahan kantuk
Sang ratu menyulam senja
Sang pangeran meredam badai
Sang putri merebah hujan

Langit mati api mati
Air nyala tubuh nyala

Tujuh pendekar dari gunung utara
Tujuh ksatria dari hutan timur
Tujuh penyihir dari gurun barat
Tujuh pemanah dari danau selatan

Naga api di puncak bukit
Membara nafasnya
Menyala matanya

Si anak kucing yang baru lahir
Mungil cakarnya
Elok matanya

Bunga lili di pagi hari
Embun perak
Cahaya emas

*dibuat pada suatu tengah malam di jaman UTS di mana mata mengantuk dan tubuh merana setelah seharian ujian dan mengerjakan tugas. njis mun kieu hungkul ngarah gancang paehna!!!

2 Responses to “Psychogibberish II”

  1. Rivai X Says:

    puisi yang bagus. imajinatif dan deskriptif (?)
    http://langitkalbu.blogspot.com/

  2. Rinal Says:

    ahahah. sip vai

    saya cek ntar

Leave a Reply